Wednesday, June 26, 2013

Sumber Hidangan

Sumber Hidangan

Baiklah,
toko Sumber Hidangan adalah tujuan ketiga hari itu,
setelah kami ke Kedai Purnama dan Toko Kopi Aroma,
Sumber Hidangan letaknya di jalan Braga,
ini adalah toko lama, ada sejak 1929





toko ini dulunya bernama Het Snoephuis
kalau masuk ke dalam toko, banyak sekali tulisan-tulisan dengan bahasa Belanda...
saya mah gak terlalu perduli,
yang penting ternyata rotinya enak, makanan juga top...




menu andalannya banyak,
steaknya asyik banget deh... rasanya bikin ngiler... ngacay...
oh juga yang perlu dicatet.... harganya...
gak sesuai dengan kemewahan rasa yang disajikan...
harganya tergolong murah.... bahasa kerennya... kompetitif lah
(kompetitif sama dompet saya maksudnya)
kita pun memesam masing2 yang enak dan andalan Sumber Hidangan satu buah,
dan dengan sendok pribadi masing-masing kita colek kita cicipi makanan yang kita pesan, juga es krim yang kita pesan....
pesennya banyak tapi semua satu-satu, hehehe....
*saya masih terkagum-kagum dengan ide wisata kuliner bawa sendok sendiri-sendiri*



yang banyak melakukan pemotretan di sini adalah Rurie teman saya dari Belanda dan Lanny teman saya dari Balikpapan
saya sibuk makan dan pesen minum ..... dan itu lupa pulak di foto, aduhh...
nanti kalau saya dapet ijin Rurie dan Lanny, saya akan share foto makanan kita hari itu

di sini kue dan rotinya tanpa pengawet,
tapi bisa ya bahenol banget penampakan rotinya....
apakah rahasia yang terkandung di dalamnya? penasaran...


dan anda tahu saudara-saudara...
roti tawar yang moleg ini dipotong secara manual...
aduh saya jadi merasa hormat bener deh sama mereka yang bertahan dari gerusan modernisasi


sayangnya saya tidak berhasil memotretnya...
tapi Sumber Hidangan punya jasa antar, kurir makanan lho...
naik sepeda onthel...
wah sangat menggemaskan banget liyat tu sepeda.... hare gene, orang udah pake motor ini masih setia dengan sepeda onthel....

memang tempatnya kesannya muram...
tidak terawat... terlalu besar
tapi kalau lihat foto-foto jaman dulu... memang tidak banyak perubahan yang berarti,
jaman dulu terlihat toko ini dipenuhi orang
mungkin sedang pesta, maka ruangan besar tidak terasa kosong
kalau sekarang... sepertinya sepi sunyi sendiri, halah lebay....

sayang kalau toko ini hilang ditelan jaman nanti,
ya ruangannya saja tidak ada renovasi,
pegawainya bijaksana semua... jalannya perlahan
(kontras dengan pekerja di toko kopi Aroma tadi deh, pegawainya lumayan berotot dan muda)
alur pergerakan di sini melambat....

lihat tempat kasirnya....


kawatnya tebal itu...
kasirnya ramah... terasa senang ibu itu melihat kegembiraan kita
heran dia, kok bisa kita gembira seperti itu, tertawa....
apalagi ketika duku yang ada di tas kresek jatuh dan serempak kita memunggutinya sambil ketawa-ketawa,
kayak mengejar kelereng glinding aja.... kayak pas perlombaan tujuhbelas agustusan aja, hehehe...


meninggalkan Sumber Hidangan ini terbetik rasa sedih...
melihat betapa sebenarnya ini saksi sejarah, mempertahankannya tetap beroperasi tentu sangatlah berat,
pasti ini proyek passion... sehingga dijalankannya dengan komitmen,
sesederhana tampilan fisik gedungnya...
bukan tandingan hidangannya yang lezaaat... enyak... mwuach-mwuach deh...
semoga Sumber Hidangan tetap ada ya...





Peta: SPBU Martanegara Asri - Sumber Hidangan

Sumber: http://pinmagicaljourney.blogspot.com

No comments:

Post a Comment